12. Notulen Rapat
Lembaran nota yang saya temukan dan saya salin untuk kalian dengan sedikit manipulasi untuk mencegah sakit hati dari pihak yang bersangkutan.
__ Mei, 2006
08.00: Semua peserta rapat sudah berkumpul di Business Room Hotel $$$, kawasan Puntjak.
08.15: Bapak Kepala +++ membuka rapat dan memberi sedikit pembuka tentang agenda tahunan yang sudah tercapai pada semester pertama.
08.45: Bapak Kepala &&& melaporkan tentang upaya pembuatan RUU APP.
“Kami meluncurkan RUU ke masyarakat dengan dalih ketidaksengajaan. Seorang hacker handal mampu membobol data kami dan mencuri naskah lengkap RUU sebelum dilakukan pembahasan para anggota dewan. Sekali lagi, itu kami sengaja.”
“Memang, akhirnya banyak tokoh yang angkat bicara mengenai RUU tersebut. Kami membuat ‘kesalahan-kesalahan’ yang bagus, sampai ke tingkat redaksional. Sebagai buktinya, Ayu Utami menangkap umpan kami yang menggunakan kata seksual sebagai kata benda.”
“Kami bikin pasal-pasal yang dilematis dan membuat beberapa tokoh besar angkat bicara: Romo Magnis menanggapi dengan ringan.”
“Yang menyenangkan, beberapa artis ikut menentang RUU kita. Itu bagus. Keikutsertaan artis berarti semakin banyaknya orang yang akan tertarik.”
“Saat ini, sudah semakin banyak pihak yang memiliki argumen kuat, sampai-sampai RUU APP seperti sudah pasti tidak akan dipakai. Itu sama sekali bukan masalah bagi saya. Tugas saya sudah selesai.”
10.05: Bapak Kepala ^^^ menyampaikan laporannya dengan sesekali melontarkan sentilan ringan. Berikut ini versi seriusnya saja:
“Begitu RUU APP mulai kehilangan penikmat, kami sudah munculkan isu Revisi UU Perburuhan.”
“Sungguh, tanggapan para buruh membuat kami bertepuk tangan bahagia.”
“Para penulis opini di koran-koran sudah menunjukkan kelemahan-kelemahan revisi tersebut. Hal itu membahagiakan saya: Mereka sungguh canggih dalam mencari kesalahan, tanpa tahu bahwa kesalahan itu hanya umpan.”
“Yang semakin membakar rakyat adalah adanya yang mengatakan bahwa negara kita ini sudah dijajah kembali.”
“Bagian yang menyatakan ekspatriat mendapat porsi lebih besar di perusahaan benar-benar membuat para demonstran berontak. Demo besar-besaran di Bundaran HI benar-benar kesuksesan di tangan buruh dan juga prestasi di pihak kita.”
“Kami sudah menyatakan akan menggodok ulang revisi tersebut. Tapi yang terpenting, perhatian para buruh sudah kita pegang. Sepersekian dari jumlah penduduk Indonesia sudah kita buat acuh terhadap hal-hal lain yang penting bagi pihak kita.”
11.30: Bapak Kepala Biro +++ melaporkan hasil usahanya.
“Merapi ternyata ada di pihak kita. Upaya menyoroti Merapi sejak suasana tenang sudah kita gencarkan.”
“Saat status merapi Siaga dan Awas, kita sudah menghubungi seluruh stasiun TV dan koran untuk memberikan porsi khusus.”
“Mbah Maridjan—dengan kebandelannya itu—juga banyak membantu meringankan tugas kita. Kami sudah provokasi sejumlah jurnalis di beberapa koran untuk membuat berita paling emosional tentang Mbah Maridjan beserta kehidupannya. Tak lupa, fakta tentang Merapi di masa lampai juga sangat diminati.”
“Khusus untuk ini, koran-koran mendapat profit tinggi dan kita juga semakin diuntungkan.”
Selain itu, Bapak Kepala Biro +++ juga menunjukkan rencana-rencana di masa beberapa bulan ke depan sehubungan dengan Merapi.
“Kunjungan Pak Presiden kemarin mendapatkan respons luar biasa dari media dan masyarakat. Beberapa waktu lagi, kita akan adakan kunjungan para menteri.”
“Kunjungan artis top akan dimulai secara berturut-turut mulai akhir Mei, jika tidak ada masalah lagi dari Merapi. Semua artis yang terlibat sudah menyatakan kesediaan dan rencana tinggal dijalankan.”
13.05: Istirahat satu jam dimulai.
14.10: Setelah menunggu selesainya makan siang para anggota rapat, akhirnya Bapak — dari dinas *** divisi %%% melaporkan:
“Agar tampak masuk akal dan manusiawi, akhirnya divisi saya menyodok orang-orang kejaksaan untuk mengangkat kembali kasus Soeharto. Mau tidak mau, beliau harus diadili. Semua orang sudah tahu seberapa besar kesalahannya.”
“Kita munculkan beliau lengkap dengan dilemanya. Orang-orang kita yang ada di RSPP, diantara tim dokter, memberi pernyataan tentang operasinya dan ternyata kondisi beliau memang drop. Banyak orang tergerak dan iba, namun sebagian besar tetap tegas meminta dihukumnya Soeharto. Pertentangan tidak banyak terjadi. Akhirnya kita suruh orang-orang kejaksaan mengeluarkan keputusan pembatalan kasus perdata beliau. Tinggal yang satunya. Masyarakat bergejolak. Kita bahagia.”
“Namun, lagi-lagi, tugas kami ini tidak menyerot perhatian sebesar perhatian masyarakat terhadap Soeharto pada awal Era Reformasi. Bagaimanapun, itu menunjukkan keberhasilan kita dalam membagi konsentrasi bersama Merapi, Revisi UU Perburuhan dan RUU APP.”
“Dalam waktu dekat, kita akan mengadakan press conference keluarga Cendana dengan menghadirkan para jurnalis Indonesia dan Internasional.”
“Masyarakat akan mendapat cukup hiburan.”
15.30: Sesi tanya jawab dibuka dan terjadi diskusi ringan megnenai dilaksanakannya jadwal-jadwal acara beberapa bulan ke depan. Beberapa anggota melemparkan gagasan-gagasan konflik yang bisa dipakai untuk pengalihan perhatian tahun depan. Semuanya sudah jelas dan lelah, diskusi tidak terlalu hidup.
16.00: Bapak Kepala +++, selaku pimpinan rapat memutuskan status tugas pada semester pertama dan menyatakan terima kasih kepada masing-masing anggota atas pelaksanaan yang bagik itu.
“Bisa dibilang, kita sudah sukses dan akan dapat membuat negara kita tetap aman. Agenda reormasi yang mau menyeret orang-orang kita ke pengadilan sudah berhasil kita kelabuhi.”
“Orang-orang kita yang pasti tersangkut dan akan diperkarakan sudah menyiapkan diri semampunya.”
“Termasuk Saudara sekalian, sudah punya Passport dan Visa, kan?”
17.30: Rapat selesai dan semua anggota kembali ke kamar hotel masing-masing untuk menyiapkan diri. Nanti pada pukul 20.00 mereka akan ke klab malam yang ada di sekitar hotel.
P.S. Manuskrip notulen rapat ini pada awalnya adalah tulisan tangan yang ditulis dengan cepat (bukan steno!) sehingga ada kata-kata yang kurang bisa dipahami. Di situlah, mohon maaf, peran saya sebagai penyunting untuk Anda. Saya ganti kata-kata yang tak terbaca itu dengan kata-kata buatan saya sendiri yang sekiranya bisa memenuhi bagian-bagian yang tak terbaca itu. Karenanya, sama sekali saya tidak menyatakan bahwa semua yang tertulis di sini adalah fakta!
Bengkel imajiNASI, 2006
No Comments Yet »
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Leave a comment
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.