Apa Katamu Tentang Kataku?
Karena pada saat menuliskan cerita-cerita ini saya tidak sempat berbagi perasaan saya dengan Anda sekalian, maka setelah semuanya selesai ini, saya mau tak mau harus membaginya dengan Anda. Semuanya dari Anda juga, bukan?
(1) Karena semua cerita ini saya dapatkan dari Anda sekalian, (2) karena semua kata yang saya pakai ini saya pelajari dari Anda sekalian, (3) karena bahkan media yang saya pakai ini saya pelajari dari Anda sekalian, MAKA sudah sepantasnya jika saya serahkan lagi semua ini kepada Anda. Anda tidak mau saya macam-macam dengan apa-apa yang telah Anda percayakan kepada saya, bukan?
Di sinilah arti penting Anda. Anda adalah pemilik cerita-cerita ini, meskipun toh saya telah menjadi pabrik pengolahannya dari kata-kata lepas menjadi cerita. Untuk itu, segala macam perubahan sekarang ada di tangan Anda. Silakan menyampaikan ketidakpuasan atas laju, data, atau kata-kata dalam kumpulan cerpen ini. Anda boleh menyampaikannya dalam bentuk komentar seperti yang ada di bagian bawah cerita (pada edisi webpage). Anda boleh juga mengetik ulang cerita sesuai keinginan Anda dan memasukkan di bagian komentar di bawah cerita. Atau, Anda juga boleh langsung mengubahnya (pada edisi .doc).
Tapi ingat, SAYA TIDAKLAH MATI. Saya ada di sini, mengawasi dan tetap mengapresiasi apa yang Anda lakukan kepada cerpen-cerpen saya. Bagi saya, konyol rasanya jika saya berlagak mati dan tidak menyampaikan penghormatan atas apa yang Anda lakukan kepada cerpen-cerpen dalam kumpulan ini.
Tak lupa, saya ucapkan terima kasih tak terkira kepada tim Automatic di WordPress.Com yang telah memberi media luar biasa untuk kumpulan cerpen ini. Terima kasih untuk Anda dan proyek opensource secara umum.
Oh ya, saya sampaikan terima kasih kepada keluarga saya yang mengijinkan saya turun dari kasur tengah malam untuk menyulam mimpi-mimpi saya. Dan tak lupa teman-teman di kantor yang tidak pernah menutup kantor pada hari Sabtu, sehingga saya bisa mengupload cerpen-cerpen ini dengan sesuka hati.
Last but not least, saya ingin mendedikasikan kumpulan cerpen ini kepada para pemimpi yang bermimpi muluk-muluk, tapi tak tanggung-tanggung dalam upaya mewujudkannya.
MAKA, saya serahkan kembali cerita-cerita ini kepada Anda sekalian. Saya hanya akan bertanya APA KATAMU TENTANG KATAKU? Katakan saja, katakan, katakan.
Semoga bisa dinikmati,
Si Pemimpi
N.B. Semua kata yang dipakai dalam kumpulan ini dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia dan ucapan orang-orang yang pernah saya temui, teks-teks yang saya baca, apa-apa yang terlintas di pikiran saya, dan apa-apa yang mungkin AKAN dikatakan atau dituliskan orang.
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.